Untukmu Terkasih

Iwan Fals

Kasih…
Ketika hati, rasa dan jiwa
Serta apa saja yang tersembunyi di dada ini
Mulai tergetar

Karena keindahan matamu
Karena kelembutan senyummu
Karena taburan kasihmu
Justru bayangmu semakin sulit kurengkuh

Sementara
Gelombang rindu
Gelombang kasih sayang terus mengalir
Bagai air dimusim penghujan

Bagai gelombang samudera
Yang mengguncang pantai kehidupan
Hmm…

Kasih ini nyanyian cinta untukmu
Yang entah ada dimana kini
Biar engkau mengerti apa yang terjadi
Dalam hidupku

Kabut sunyi mulai merayap dihati
Bayangmu semakin sulit kucari
Aku tak tahu harus berbuat apa
Angin dan burung-burung pun membisu
Ketika kutanya tentangmu, tentang getaran hatimu
Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu

Kabut sunyi mulai merayap dihati
Bayangmu semakin sulit kucari
Aku tak tahu harus berbuat apa
Angin dan burung-burung pun membisu
Ketika kutanya tentangmu, tentang getaran hatimu
Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu
Oohhh…

Comments

Ikhlas

Friend, adakah di antara kalian yang sudah menguasai ilmu ikhlas? Kalo ada mbok aku dikasih tahu kuncinya.

Kadangkala memang gelombang ikhlas itu serasa menghampiriku dan aku merasakan ikhlas untuk beberapa kehilangan dan beberapa kejadian yang tak berjalan seperti keinginan, untuk beberapa saat. Namun ketika kembali ke dalam kehidupan nyata, beberapa hal ikut berubah pula. Ego seolah gak mau kalah, masih merangsek ke permukaan meminta perhatian lebih. Aku manusia biasa yang masih gampang dibajak oleh keduniawian, perjuangan yang sangat berat dibutuhkan buat mengalahkan diriku sendiri. Entah bisa atau tidak.

Ikhlas itu tidak sama dengan pasrah kan? Ketika kita gak bisa meraih sesuatu setelah berjuang mati-matian untuk mendapatkannya, kemudian kita sadar dan ridho sesuatu itu memang bukan milik kita, itu ikhlas namanya. Sedangkan pasrah adalah ketika kita tidak mengusahakan apa-apa untuk meraihnya, kemudian begitu saja melepaskannya, menerima tanpa berusaha mendapatkannya.

Betapa susahnya belajar ilmu ikhlas!

Comments

Since I Don’t Have You

GNR
I don’t have plans and schemes,
And I don’t have hopes and dreams.
I don’t have anything,
Since I don’t have you.

And I don’t have fond desires,
and I don’t have happy hours.
I don’t have anything,
Since I don’t have you.

Happiness, and I guess,
I never will again.
When you walked out on me,
In walked ol’ misery,
And he’s been here since then.

(spoken) Yeah, we’re fucked!

I don’t have love to share,
And I don’t have one who cares.
I don’t have anything,
Since I don’t have you.
You, you, you, oh, oh!

Comments

Ada Yang Hilang

Aku hanya bisa terdiam
Melihat kau pergi dari sisiku
Dari sampingku
Tinggalkan aku seakan semuanya
Yang pernah terjadi
Tak lagi kau rasa

Masih adakah tentang aku
Di hatimu yang kau rasakan
Coba kau rasakan
Mudahkah bagimu untuk hapuskan
Semua kenangan bersama denganku
Tak pernah sedikit pun
Aku bayangkan betapa hebatnya
Cinta yang kau tanamkan

(I)
Hingga waktu beranjak pergi
Kau mampu hancurkan hatiku

Reff :
Ada yang hilang dari perasaanku
Yang terlanjur sudah
Kuberikan padamu
Ternyata aku tak berarti tanpamu
Berharap kau tetap di sini
Berharap dan berharap lagi

Back to : (I), Reff

Comments

Sempat Memiliki

Yovie n The Nuno

Mengapa kita bertemu
bila akhirnya dipisahkan
mengapa kita berjumpa
tapi akhirnya dijauhkan
kau bilang hatimu aku
nyatanya bukan untuk aku

bintang dilangit nan indah
dimanakah cinta yang dulu
masihkah aku disana
di relung hati dan mimpimu
andaikan engkau disini
andai kau tetap denganku

aku hancur ku terluka
namun engkaulah nafasku
kau cintaku meski aku
bukan dibenakmu lagi
dan kuberuntung sempat memilikimu

bintang dilangit nan indah
dimanakah cinta yang dulu
masihkah aku disana
di relung hati dan mimpimu
andaikan engkau disini
andai kau tetap denganku

aku hancur ku terluka
namun engkaulah nafasku
kau cintaku meski aku
bukan dibenakmu lagi
dan kuberuntung sempat memilikimu

engkau mengatakan merindukan diriku lagi
ingin kusampaikan ku tak hanya sekedar rindu

aku hancur ku terluka
namun engkaulah nafasku
kau cintaku meski aku
bukan dibenakmu lagi
dan kuberuntung sempat memilikimu

Comments (1)

Bukan Begitu Mauku

dan lars mendarat ulu hati. kau aku
jatuh di tanah perang. menyelinap jam malam dan lesat peluru
ini salah. tapi  asap mesiu sudah membunuh paruparu
                                        membatukkan kisah kekasih kehilangan

maka hanya dongeng di kepala anakanak
tentang sejam yang lalu kau aku menggambar batas
dari atas punggung sembrani. menarik titiktitik cemara laut di kegelapan
memeta pelabuhan akhir sebab sayap penuh penolakan
telah berkebas di sisi tubuh. tapi kau aku jatuh di tanah
peluru. di sini simbah darah mengering sendiri dipanggang
matahari. tubuhtubuh kejang mencetak gerigi lars
dan tangisan hanya suara kanak meminta es krim
atau dengkur kecoa larut. sampai tanda jam malam dibunyikan. tak ada
yang peduli

bukan begitu, kekasih. ini salah.

Comments

Out of….

Jika memilih rasa, aku tersesat. Jika memilih nyata, aku luka.

To Girra;

Waktu adalah jawaban paling pasti di dalam ketakpastian. Ada saatnya lelah, ketika persendian terasa lunglai bahkan hanya untuk menggerakkan jemari tangan, tapi sesungguhnya di dalam ketakpastian pun kita bisa menemukan keindahan karena pada dasarnya alam semesta adalah ketakpastian.

Cinta itu chaos, girl. Dia bisa saja hadir sebagai tamu tak diundang, mengacak-acak ruang tamu-mu dan meninggalkan pecahan vas bunga di lantai. Tapi setidaknya ia membentuk sebagian kehidupan kita, membawa pemahaman baru tentang kepribadian dan sikap, tentang pilihan-pilihan.

Aku hendak mengajarkan ikhlas padamu tapi aku sendiri tak pernah menguasai apapun tentang ikhlas. Let’s be ourselves!

To me;

Hidup tak menawarimu apa yang kau inginkan, jadi jangan pernah meminta lebih karena kau menjadi pendosa tersebabnya.

To cinta;

Please, jadilah sejati, bukan pemenuhan keinginan-keinginan jalang.

Comments (1)

Mmm.. Penting Gak Ya?

Hidup itu menawarkan banyak pilihan. Kadang yang kemudian kita pilih adalah sesuatu yang tidak pernah terpikir akan kita pilih. Aku cuma pengen curhat saja. Beberapa hari terakhir banyak teman yang menyesalkan keputusanku off dari dunia maya, sebenarnya tidak off2 banget sih karena aku masih bakalan online juga meskipun gak bisa sering-sering - kan udah gak gratis lagi sekarang :D -. Banyak yang bertanya tentang alasanku meninggalkan pekerjaan yang sudah memberiku banyak pengetahuan baru selama satu tahunan ini.

Kejenuhan? Mungkin itu salah satu faktornya juga. Aku sudah menggeluti dunia maya sejak setahunan yang lalu, di warnet terakhir tempatku part time. Sebelum itu aku pernah menjalani pekerjaan yang sama selama kurang lebih empat bulan di tempat lain. Selain jenuh mungkin juga karena antara Agustus-November aku merasa kehilangan semangat kerja, kehilangan inspirasi dan kerja rasanya hanya rutinitas membosankan yang tidak lagi kunikmati. Antara bulan-bulan itu teman-temanku sesama operator hampir bersamaan mengundurkan diri  masing-masing dengan alasannya sendiri-sendiri. Entah mengapa itu kemudian sangat berpengaruh padaku dan aku segera menyadari ini gak bakalan baik untuk kelangsungan pelayananku pada user. Pekerjaan yang sangat aku sukai ini mulai jadi sesuatu yang biasa dan malah jadi beban. Faktor lain? Jujur saja, ada seorang teman yang menawarkan jalan baru untukku. Tengah bulan November malam setelah aku selesai rekap, aku masih ingat pembicaraan kami.

Aku berpikir tentang kemungkinan-kemungkinannya. Aku merasa demikian berat juga melepaskan akses gratis internetku :D. Dunia maya ini sudah jadi bagian hidupku, seperti makanan yang kumakan sehari-hari. Banyak pula kenangan-kenangan yang mesti kukubur, tiap sudut tempat kerjaku menyimpan banyak kenangan tentang banyak hal, tentang user, tentang operator, tentang kejadian-kejadian dan jujur saja, bahkan juga romantisme. Tapi pertimbanganku akhirnya mencapai keputusan itu. Aku harus mencari pengalaman baru, menemukan diriku memasuki dunia yang sama sekali baru dan berharap mampu beradaptasi.

Aku bahagia ternyata. Dengan pilihan yang semula tak pernah terpikir akan kupilih sebab aku merasa itu bukan duniaku. Tapi ternyata aku mampu mengatasi kejenuhan yang dikhawatirkan timbul sebab pekerjaan baruku. Rasanya hanya seperti kembali ke saat-saat dulu,sebelum di warnet, bekerja di belakang meja menghadap komputer nyaris seharian, dan tidak bertemu terlalu banyak orang. Bedanya dulu aku bekerja untuk memuaskan ingin tahuku terhadap program sekalian bisa dapat uang, meskipun  jujur  kuakui saat itu bukan uang alasan utamanya. Aku seorang pelarian (hehehe…) dari penjara keresahan, dari penjara keputusasaan….dan komputer jadi korbannya. Sekarang, pekerjaan ini benar2 new. Seorang temanku bahkan terheran-heran sebab pekerjaan ini sangat berbeda dengan kepribadianku, sangat tidak terpikirkan aku akan bekerja di sebuah toserba retail  yang cuma akan ngurusi data stok dan perubahan harga, dan berurusan dengan sekian banyak faktur pembelian. Sesuatu yang sama sekali bukan jiwaku.

Tapi itulah hidup. Aku telah memilih sesuatu yang tak terpikirkan olehku, tak terpikirkan oleh orang-orang terdekatku dan bahkan mereka yang menyesali pilihanku, mereka yang selalu bertanya kenapa. Tapi aku gak nyesal. Kadangkala dalam hidup orang membutuhkan sesuatu yang mudah untuk dijalani. Toh hampir semua pekerjaan yang pernah kujalani pasti  berhubungan dengan data. Dari mulai mengolahnya dalam program, eh sekarang malah jadi end-user program database yang hampir sama. Entahlah… :D

Ya. Begitulah. Aku gak meninggalkan benar-benar dunia maya ini kok. Aku masih akan menulis sesuatu jika ada waktu dan ada uang untuk bayar akses internet :D.

Terimakasih untuk mereka yang sangat care. Terimakasih untuk orang-orang yang telah mendukungku, memberi pertimbangan-pertimbangan hingga kupilih jalan baru ini. Terimakasih untuk para user Radja.net yang masih setia mengirim sms bertanya kabar dan kadang mengeluh tentang operator baru yang belum tahu kebiasaan mereka. Segala sesuatu dalam hidup pasti berubah. Orang-orang baru akan kita temui dan teman-teman baru pun memasuki hidup kita. Meskipun kenangan indah kadang mengiris. Tapi tidak ada yang perlu disesali. Segalanya akan selalu baik, berjalan indah sebab jalan Tuhan itu indah.

Off dulu ya. Special untuk Girra, 4give me girl I can stay here any longer but I’m with U in ur most difficult time. Untuk Bim Yuda, maafkan jika ada salahku hingga tak kamu sapa malam itu, padahal aku menyempatkan diri kembali ke warnet malam itu untuk kamu dan Wick. Untuk Candra, untuk Wick, terimakasih atas saran dan pertimbangan-pertimbangannya sehingga akhirnya kupilih jalan ini. Untuk Pak Joe dan angkringannya, I luv Ur place, Sir! (beliau baca gak ya? hehehe…)

Bye.

Comments

Gerimis Pertama

Gerimis pertama
akhirnya jatuh
Maka tergenang luh; mimpimimpiku
setelah sepanjang musim
bertumbuh
meneluh malam kemarau

Takkah kau lihat, takkah kau rasa
mata paling luka perempuanmu
saat lepas genggam itu
tanpa kata?

Masih katamu padaku; ini rahasia!

Comments

Tentang Butir Malam, Mimpi-mimpi Itu

                                                                     untuk penjaga hatiku

Butir malam yang kau jatuhkan, kutadah juga di telapak tangan
entah sejak kapan, mimpimimpi kita memaksa nyata
hingga titiktitik menjelma segaris perjumpaan, anganangan menjelma kejadian

Butir malam yang kita kumpulkan, tergenggam juga di telapak tangan
entah sampai kapan, mimpimimpi kita mampu bertahan
hingga perjumpaanperjumpaan kembali menoktah, kejadiankejadian menjelma kenangan

(Kau adalah sebaris puisi yang merasuk jauh
mengoyak hening malam sampai fajar meretas di jendela)

Comments (2)

« Previous entries